Penyaluran ditargetkan rampung pada Mei 2026. Meski begitu, Dinsos mengantisipasi kendala seperti data penerima yang meninggal dunia atau pindah domisili. “Kami siap mengawal jika ada perubahan data situasional,” tambah Iwan.
Melalui program ini, pemerintah berharap beban pengeluaran masyarakat berkurang, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. “Harapan kami, alokasi untuk 195.000 KPM benar-benar membantu daya beli masyarakat miskin. Minimal kebutuhan pangan dasar selama dua bulan terpenuhi,” pungkasnya.(den/d)






