“Kami minta kelompok penerima merawat alat dengan baik, mengikuti pelatihan teknis, serta aktif dalam kegiatan pengawasan seperti Pokmaswas. Pencatatan hasil tangkapan dan pelaporannya ke TPI juga sangat penting untuk validitas data produksi,” jelas Nunung.
Selain kuantitas, peningkatan kualitas hasil tangkapan juga menjadi perhatian agar nilai jual di pasar meningkat dan berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan.
Melalui bantuan ini, Dinas Perikanan berharap kawasan Ciemas tumbuh menjadi sentra perikanan tangkap unggulan di selatan Jawa Barat. Kolaborasi dengan DPRD melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) disebut sebagai bentuk sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam mendukung sektor prioritas.
“Kami ingin menciptakan ekosistem usaha perikanan yang berkelanjutan. Ketika nelayan sejahtera, daerah pun ikut tumbuh dan berkembang,” tutup Nunung.(ndi/d)






