SUKABUMI– Upaya mengembalikan fungsi kolam labuh di dermaga Pajagan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat, Rinny Cempaka.
Kegiatan bersih-bersih dan pengerukan sungai yang digelar TNI AL Bandung bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi pada Selasa (18/11/2025) dinilai sebagai langkah krusial untuk mengatasi pendangkalan yang telah lama dikeluhkan nelayan.
“Ini bukan reaktivasi sungai, tetapi murni pengerukan kolam labuh. Tujuannya untuk mengoptimalkan kembali fungsi kolam yang sudah dangkal agar kapal nelayan bisa masuk dan sandar dengan aman,” ujar Rinny, Kamis (19/11/2025).
Pengerukan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemprov Jabar dan Lanal TNI AL Bandung, yang telah dituangkan dalam perjanjian resmi. Proses pengerukan direncanakan berlangsung selama 45 hari dengan target kedalaman ideal untuk aktivitas kapal nelayan.
Tokoh masyarakat nelayan Pajagan, Aji Troy, menyambut baik langkah tersebut. Ia menyebut pendangkalan sungai dan kolam labuh selama ini menjadi hambatan serius, terutama saat air surut atau gelombang tinggi.
“Pengerukan ini sangat dibutuhkan agar aliran air tidak dangkal dan akses ke dermaga tetap lancar. Saat musim ombak besar, kapal susah mendarat,” kata Aji.
Selain pengerukan, masyarakat berharap agar breakwater dan fasilitas dermaga lainnya juga dibenahi. Menurut Aji, pendangkalan kerap memaksa nelayan menunggu hingga tengah malam demi memastikan perahu tidak terseret arus.






