Desa

Warga Desa Nangerang Gotong Royong Perbaiki Jembatan Ambruk

RADARSUKABUMI.com – Warga Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, gotong royong memperbaiki jembatan di Kampung Cirawa RT (17/3) Desa Nangerang, Kecamatan Jampangtengah, Rabu (10/6).

Ini dilakukan lantaran jembatan yang merupakan milik pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi ini, rusak setelah diterjang bencana banjir bandang pada beberapa waktu lalu.

Ketua BPD Desa Nangerang, Encep Maulana (32) mengatakan, warga Desa Nangerang berinisiatif bersama Kadus, RT, RW dan pemerintah desa untuk bekerjasama memperbaiki jembatan yang melintasi ruas jalan Bojongjengkol – Miramontana.

“Jembatan ini, sangat vital bagi warga. Bahkan, jembatan ini bukan hanya dimanfaatkan oleh warga Desa Nangerang saja, tetapi desa lainnya juga sangat memanfaatkan jembatan ini.

Salah satunya warga dari Desa Bojongjengkol. Untuk itu, kami melakukan perbaikan dengaj alat seadanya agar jembatan itu bisa dilewati dengan lancar,” jelas Encep kepada Radar Sukabumi, Rabu (10/6).

Bila tidak segera dilakukan perbaikan, sambung Encep, maka roda pertumbuhan ekonomi warga akan terhambat. Karena, jembagan tersebut merupakan satu-satunya akses warga menuju tempat publik.

Seperti pasar, sekokah, Puskesmas dan area publik lainnya. “Jika dibiarkan, maka diperkirakan sawah-sawah warga yang ada disekitar jembatan itu akan rusak dan perekonomian warga terganggu, mengingat mayoritas warga di sekitar jembatan ini para pedagan yang tiap harinya lewat jembatan itu,” tandasnya.

Kepala Desa Nangerang, Sopyan mengatakan, pihaknya mengapresiasi terhadap aksi warganya yang sudah terlibat langsung untuk gotong royong memperbaiki jembatan tersebut.

“Demi kelancaran menuju akses berjalannya roda perekonomian, maka kami beserta warga berinisiatif melakukan perbaikan jembatan dengan cara swadaya,” katanya.

Jembatan yang dibangun sejak 2009 silam ini, telah ambruk lantaran kondisinya sudah lapuk termakan usia. Terlebih lagi, cuaca ekstrim saat ini telah mengakibatkan sungai Cirawa meluap hingga menggerus pondasi dasar dari jembatan tersebut.

“Pondasi jembatan ini, sudah tetgerus air di kisaran akhir 2019 lalu. Namun, pada tanggal 25 April 2020 lalu, ada truk melintas dan si sopir truk tidak mengetahui kondisi jembatan seperti apa, karena dilihat dari atas kondisi jembatan nampak kokoh, padahal pondasi bawah sudah tidak kuat nahan beban, sehingga jembatan tersebut nyaris ambruk,” imbuhnya.

Pasca rusaknya pondasi jembatan ini, pemerintah Desa Nangerang langsung meninjau ke lokasi kejadian. Setelah itu, langsung melaporkan kondisi jembatan itu kepada pemerintah Kecamatan Jampangtengah dan pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi.

“Setelah satu hari kejadian jembatan runtuh, petugas Dinas PU Kabupaten Sukabumi langsung meninjau ke lokasi jembatan dan mengukur panjang dan lebar jembatan ini.

Namun, hingga saat ini belum juga di bangun. Saya sangat berharap kepada pemerintah dan intansi terkait untuk dapat segera membangun kembali jembatan ini. Karena, perbaikan jembatan sementara itu, tidak akan bertahan lama,” pungkasnya. (den/d)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button