SUKABUMI – Pasca banjir bandang sungai Cicatih, sejumlah material yang hanyut akibat banjir bandang di Sukabumi telah memenuhi dan menutupi aliran sungai Cicatih. Untuk membantu mengatasi dampak banjir, Danone-AQUA bekerjasama dengan Muspika Cicurug melakukan kegiatan normalisasi sungai dan badan sungai Cicatih.
Danone-AQUA menurunkan satu unit excavator dan 40 relawan pabrik AQUA Mekarsari dan Babakan Pari ke sungai Cicatih untuk membersihkan material lumpur dan sampah-sampah lainnya. Pekerjaan yang dimulai sejak 28 September 2020 ini diperkirakan akan berlangsung sekitar dua minggu kedepan.
“Tujuan dari kegiatan normalisasi sungai ini adalah untuk mengatasi dampak banjir bandang dan menormalkan aliran air sungai Cicatih supaya ke depannya dapat meminimalkan dampak risiko terjadinya kembali musibah banjir,” kata Corporate Communications Danone Indonesia, Arif Mujahidin kepada Radar Sukabumi, Selasa (29/9).
Menurutnya, inisiatif Danone-AQUA dalam membantu menormalkan aliran sungai Cicatih adalah salah satu bagian dari upaya perusahaan yang ikut membantu dalam mengatasi dampak banjir bandang di Sukabumi secara menyeluruh.
Normalisasi sungai Cicatih ini dilaksanakan Danone-AQUA bekerja sama dengan Muspika Kecamatan Cicurug di bawah koordinator Kapolsek Cicurug Kompol Simin A. Wibowo. Selain itu Danone-AQUA juga telah mengerahkan excavator dan dump truck untuk membersihkan lumpur dan puing-puing dari rumah warga masyarakat yang terdampak banjir bandang.
“Sebelumnya Danone-AQUA turut berupaya membantu warga yang terdampak dengan menyediakan posko kesehatan di Kampung Nyangkowek, Desa Mekarsari termasuk dokter dan tenaga medis untuk melayani warga dan para relawan, memberi obat-obatan, bantuan sembako, masker dan sarung tangan, produk AQUA, hingga bantuan kompor dan gas beserta regulator.
Posko kesehatan yang dilengkapi dua toilet portabel itu dikoordinasi para relawan dari pabrik AQUA Mekarsari dan Babakan Pari,” bebernya.
Sementara itu, Kapolsek Cicurug Kompol Simin A. Wibowo mengatakan, untuk mengatasi dampak banjir bandang di Sukabumi diperlukan kepedulian dan upaya bersama.
“Kerjasama kami dengan Danone-AQUA ini merupakan upaya penanggulangan yang tepat sasaran, karena meluapnya sungai Cicatih ini merupakan salah satu penyebab utama banjir bandang yang menimbulkan banyak anggota masyarakat kehilangan tempat tinggal dan harta benda,” pungkasnya. (Den)






