Covid-19 Hambat Perekonomian Desa

  • Whatsapp
Camat Cisolok Kabupaten Sukabumi, Kurnia Lismana

SUKABUMI — Akibat wabah Covid-19, potensi wisata yang berada di Kecamatan Cisolok tersedat, padahal berbicara soal kekayaan alam dan potensi wisata di Kecamatan tersebut sangat melimpah. Secara geografis kecamatan cisolok memiliki 13 desa dengan luas wilayah 17.30 Ha dan jumlah penduduk sebanyak 21 ribu kepala keluarga (KK).

Camat Cisolok Kabupaten Sukabumi, Kurnia Lismana mengatakan, Cisolok memiliki potensi alam yang luar biasa, bahkan bisa dikatakan lengkap karena memiliki gunung, rimba, laut, dan pantai. Termasuk seni budaya di beberapa desa.

Bacaan Lainnya

“Dari segi pertanian, sayur, tanaman pangan juga ada meski tidak terlalu menonjol, tapi wilayah pegunungan, desa-desa mulai dari Desa Cikelat, Cicadas, Wanajaya, dan Sirnaresmi banyak tanaman pangan sayuaran serta komoditi yang cukup bagus,” ujarnya.

Kemudian ada juga yang dikelola oleh UKM, contohnya di Desa Cikelat yang memiliki produk UMKM sendiri yaitu Sambal, pemesannya mencapai enam ribu pcs diterima di mini market modern dan mengaku kelabakan. Jadi bahannya tidak mengambil dari luar Cikelat tapi dari petani lokal.

“Dari sekor perikanan juga sudah tentu karena di sini banyak pantai ada empat lima desa, yang punya pantai dengan mata pencahariannya sebagai nelayan. Nah, untuk nelayan ada beberapa program dari pusat, provinsi dan APBD terkait dengan pemberdayaan.

Termasuk kemarim dua Desa Cisolok dan Pasirbaru akan menerima program KUBE (kelompok usaha bersama) khusus untuk nelayan dari Provinsi masing-masing lima kelompok dan baru mendapatkan sosialisasi. Jadi programnya belum terealisasi,” paparnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, sambung dia, semua merasakan dampaknya, maka dari itu pihaknya akan mendorong potensi dari sektor wisata. Sebab, Kecamatan Cisolok masuk dalam satu dari delapan ke dalam UGG Ciletuh Palabuhanratu.

“Jadi yang diunggulkan sekarang sektor wisata pantai, mulai dari Karanghawu, Geyser Cisolok, Cibangban, Cikembang, dan Puncak Habibi. Termasuk Geo-Culture yakni tiga kasepuhan Sirnaresmi, Ciptamulya, dan Ciptagelar. Nah di Sukabumi saya rasa yang paling lengkap di Cisolok ini, tetapi tadi terhambat pandemi jadi perkembangannya juga tertunda dan lambat,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, hendak promosi di media sosial pun dibatasi, karena di sisi lain harus mengikuti kebijakan dan imbauan dari pemerintah yakni protokol kesehatan. Sejauh ini ia menilai semangat masyarakat juga cukup tinggi, sehingga saat ini promosi dilakukan secara pribadi masing-masing.

“Produk UMKM juga sudah dipromosikan kebeberapa hotel, tempat makan maupun gerai-gerai ternyata menyambut sangat antusias. Mudah-mudahan pandemi cepat berakhir, sehingga semua potensi yang ada di Cisolok dapat digenjot untuk meningkat perekonomian masyarakat,” tandasnya.(cr1/d)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *