Ia menambahkan, setelah proses penebangan selesai, pihaknya kembali mendapat informasi dari relawan Tagana Cicurug terkait pohon mahoni lain yang kondisinya berlubang dan membahayakan. Eksekusi pun dilakukan pada hari yang sama demi menjaga keselamatan bersama.
“Alhamdulillah penebangan berjalan lancar. Kami ucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak, mulai dari BPBD, PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga para relawan Tagana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Warso menyampaikan bahwa pendataan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan masih terus dilakukan, termasuk kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Namun, untuk wilayah Sukabumi, hingga kini pihaknya belum menerima laporan tambahan.
“Saat ini fokus kami masih di wilayah Cianjur, tetapi jika ada informasi tambahan dari wilayah Sukabumi, akan langsung kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (den/d)






