Lebih lanjut Bagus menjelaskan, bahwa kronologi pembuangan bayi tersebut bermula saat YS tengah berada di pasar Pangleseran dan ia merasakan kontraksi hingga mau melahirkan.
“Dari hasil penyelidikan sementara, bahwa saat di kawasan pasar Pangleseran, YS ini merasa akan melahirkan, sehingga dirinya langsung menjauh dari kawasan pasar sejauh hampir 1 kilometer menuju kebun warga dan melahirkan bayi laki-laki sendiri tanpa bantuan medis,” tandasnya.
Setelah bayi itu lahir, YS menyimpan dan meninggalkan bayi tersebut di semak-semak kebun warga dan bergegas pulang ke rumahnya menggunakan angkot.
“Saat ini YS masih kita amankan di Polsek Gunungguruh untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkasnya. (Den)






