Namun bagi Yanti dan warga lainnya, birokrasi bukanlah jawaban. Mereka hanya ingin kunci rumah baru, agar bisa berpuasa dan berlebaran dengan tenang, tanpa dihantui batu besar yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa.
Hingga kini, deretan RTG Riksa di Leuwimalang masih terkunci rapat, menjadi monumen bisu dari harapan yang tertunda.(den/d)




