Pihak Musipaka Kecamatan Ciemas, ujar A. Nurawan, terpaksa melakukan pemulasaran hingga jasad korban di makamkan di TPU Kampung Cingaleng, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas. Lantaran, kondisi jasad korban sudah tidak memungkinkan untuk di simpan di ruang pemulasaran rumah sakit.
“Saat ditemukan, jasad korban dalam keadaan terlentang diatas bebatuan, tepatnya di pinggir pantai dengan kondisi badan sudah hancur dan tidak dapat dikenali lagi. Bahkan, kondisi kepala tinggal tengkorak, perut korban sudah dalam keadaan bolong. Ya, diduga isi perut korban dimakan binatang,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku, hingga saat ini terus berupaya menyebarkan ciri-ciri identitas korban. Namun hingga kini belum terungkap. “Sampai saat ini, belum ada warga yang melaporkan kehilangan sanak saudara. Kami masih berupaya menyebarkan identifikasi korban,” bebernya.
(den/d)






