KABUPATEN SUKABUMI

Banjir di Sukabumi, Kadis SDA Jabar Ungkap Penyebab Utamanya

×

Banjir di Sukabumi, Kadis SDA Jabar Ungkap Penyebab Utamanya

Sebarkan artikel ini
Kadis SDA Jabar Dikky Achmad Sidik
Kadis SDA Jabar Dikky Achmad Sidik

SUKABUMI – Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat, Dikky Achmad Sidik, akhirnya angkat bicara terkait bencana banjir yang melanda Kabupaten Sukabumi akibat luapan sejumlah sungai hingga merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Hal demikian, disampaikan Dikky saat mendampingi Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin melakukan peninjaun ke lokasi bencana retakan tanah di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi pada Kamis (05/12).

Bank bjb Tandamata

Menurut Dikky, bahwa bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukabumi kali ini, tergolong luar biasa. Ia menilai, curah hujan yang tercatat di wilayah Sukabumi, terutama pada Selasa (03/12) dan Rabu (04/12), menunjukkan angka yang sangat ekstrem.

“Pada Selasa malam, data yang kami rekap pada Rabu pagi menunjukkan ada beberapa pos curah hujan yang angkanya sangat tinggi, ada yang mencapai 200 mm. Bahkan, 261 mm per hari. BMKG sendiri menyatakan bahwa curah hujan lebih dari 150 mm per hari dan itu sudah dianggap ekstrem,” jelas Dikky.

Ia juga menambahkan, meskipun besaran curah hujan per hari sangat tinggi, faktor intensitas curah hujan per jam juga perlu diperhatikan. “Namun, secara umum, dua hari terakhir ini curah hujannya memang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Dikky, banjir yang terjadi disebabkan oleh pengelolaan sungai yang tidak mampu menampung debit air yang sangat besar. “Kapasitas sungai kita sudah terlewati, bahkan setelah kami cek, beberapa titik di peta sebaran hujan periode berulang 50 tahunan menunjukkan bahwa debit air yang terjadi hampir mencapai angka 50 tahunan,” ujarnya.

“Sementara, kapasitas sungai kita masih terbatas, bahkan ada beberapa yang kapasitasnya kurang dari 10 tahun. Akibatnya, debit air melebihi kapasitas dan meluap, merendam pesawahan dan pemukiman di sekitar sungai,” bebernya.

Dalam menghadapi kondisi ini, Dikky menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah penanganan. “Kami akan melakukan assessment cepat, memeriksa kondisi tanggul-tanggul dan memastikan mana yang perlu segera diperbaiki,” tukasnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mengaku akan melakukan pengerukan untuk menambah kapasitas sungai, namun saat ini, karena terbatasnya alat berat dan akses, maka Dinas SDA Provinsi Jawa Barat, baru bisa melaksanakan pengerukan di satu lokasi, yaitu di Sungai Cipalabuhan, Kecamatan Palabuhanratu.

Dikky juga menyebutkan bahwa untuk sungai lainnya, seperti Sungai Ciletuh, pihaknya akan melakukan pengerukan, namun masih menunggu aksesibilitas yang terbatas.

“Untuk sungai lainnya seperti Ciletuh, pengerukan tetap akan dilakukan, namun kami harus menunggu akses jalan yang memungkinkan untuk membawa alat berat ke sana,” pungkasnya. (Den)