KABUPATEN SUKABUMI

Antisipasi Kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Ini Langkah-Langkah yang Dilakukan BPBD

×

Antisipasi Kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Ini Langkah-Langkah yang Dilakukan BPBD

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena

SUKABUMI – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menyampaikan sikap terkait kekeringan yang tengah melanda wilayah Kabupaten Sukabumi.

Menurutnya, kekeringan di Kabupaten Sukabumi sudah dimulai sejak Agustus, sejalan dengan dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) Siaga Bencana oleh Bupati Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Kami terus memantau wilayah-wilayah yang terindikasi mengalami kekeringan. Hampir setiap tahun, daerah yang terdampak kekeringan cenderung sama,” ujar Deden.

Deden juga menambahkan bahwa BPBD saat ini berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Pekerjaan Umum (PU), PDAM, dan perusahaan-perusahaan yang bersedia membantu penyaluran air bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sejauh ini, kata Deden tiga kecamatan telah melaporkan dampak kekeringan, yaitu dua di wilayah utara dan satu di wilayah selatan. Meskipun baru tahap siaga, Deden berharap kondisi kekeringan tidak semakin ekstrem di tahun ini. Bahkan, di Kecamatan Cisaat, hujan sempat turun, memberikan sedikit harapan.

Namun, Deden juga menegaskan bahwa suplai air hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan masalah jangka panjang.

“Suplai air memang meringankan beban masyarakat, tetapi tidak bisa dilakukan setiap hari mengingat keterbatasan armada dan luasnya jangkauan 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi,” katanya.

Untuk solusi jangka panjang, Deden mendorong kepala wilayah di setiap kecamatan untuk mencari sumber mata air yang lebih dekat dengan wilayah terdampak. Selain itu, melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), diharapkan usulan pembuatan sumur bor dan pipanisasi bisa dimasukkan dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).

“Dengan demikian, daerah yang kerap mengalami kekeringan bisa mendapatkan solusi yang lebih permanen, hal ini sangat penting, terutama untuk penyediaan sarana air bersih,” paparnya.

Deden memperkirakan kekeringan di Kabupaten Sukabumi bisa berlangsung hingga tiga bulan ke depan. Namun, ia tetap berharap hujan masih akan turun dan membantu mengurangi risiko kebakaran alang-alang yang kerap terjadi di musim kemarau.

“Saat ini, kita masih dalam tahap siaga, memantau, dan berkoordinasi. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi kondisi darurat kekeringan,” pungkasnya. (Ndi)