Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak

Sahabat Betha..! Selamat Pagi. Apa kabar hari ini? Mudah-mudahan semuanya dalam kondisi sehat ya. Seperti biasa, saatnya RS Betha Medika memberikan informasi seputar kesehatan. Kali ini Dokter Spesialis Anak RS Betha Medika, dr. Dhyniek Nurul FLA Sp.A akan berbagi informasi seputar ‘Anemia Defisiensi Besi pada Bayi dan Anak’ mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan ya.

Kekurangan zat besi dapat berdampak negatif pada kecerdasan, perilaku, dan kemampuan motor anak. Anemia defisiensi besi pada anak di bawah usia 2 tahun menyebabkan anak lebih ‘lemot’ dalam merespon, lebih iritabel dan sulit mengendalikan diri. Beberapa studi bahkan menunjukkan dampak negatif ini terus berlanjut hingga dewasa. Sebuah penelitian terbaru tahun 2014 menunjukkan bahwa pemberian suplementasi zat besi harus diberikan dengan hati-hati. Lalu bagaimana cara memastikan kebutuhan zat besi bayi dan anak Anda tercukupi?

Bacaan Lainnya

Langkah pertama, Ayah dan Bunda perlu tahu apakah bayi anda berisiko kekurangan zat besi. Bayi mendapatkan cadangan zat besi yang cukup dari transfer zat besi pada trimester terakhir kehamilan. Air susu ibu (ASI) hanya mengandung sedikit zat besi, tetapi zat besi yang dikandung dalam ASI mudah diserap oleh saluran cerna bayi. Kedua hal tersebut menyebabkan kecukupan zat besi dapat terjamin sampai dengan mereka berusia 4-6 bulan.

Kondisi tertentu, seperti bayi lahir prematur, berat lahir rendah, atau kembar, menyebabkan bayi mengalami risiko kekurangan zat besi antara lain. Bayi usia 6-12 bulan tumbuh begitu cepat sehingga berisiko kekurangan zat besi, terutama bayi yang mendapatkan predominan ASI dan hanya mendapatkan makanan mengandung sumber zat besi (seperti daging merah, hati ayam) atau MPASI fortifikasi kurang dari 2 kali per hari.

Anak batita yang mengonsumsi susu sapi segar dan kurang mengonsumsi makanan tinggi zat besi juga merupakan kelompok batita yang berisiko mengalami kekurangan zat besi.

Setelah usia 6 bulan, ASI saja tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan zat besi bayi dan cadangan zat besi juga sudah berkurang, maka bayi membutuhkan zat besi tambahan dari makanan pendamping ASI (MPASI). Langkah berikutnya, Ayah dan Bunda perlu mengetahui kebutuhan zat besi bayi dan batita anda. Kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari, sedangkan anak berusia 1- 3 tahun (batita) membutuhkan zat besi lebih sedikit, yaitu 7 mg per hari. ASI hanya memenuhi 0,3 mg zat besi per hari. Berikut adalah beberapa tips memenuhi kebutuhan zat besi bayi dan batita Anda:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.