KABUPATEN SUKABUMI

7 orang Kebingungan di Cikakak Sukabumi, Dijanjikan Kerja di Malaysia Gaji Menggiurkan

×

7 orang Kebingungan di Cikakak Sukabumi, Dijanjikan Kerja di Malaysia Gaji Menggiurkan

Sebarkan artikel ini
Korban Penipuan di Cikakak Sukabumi
Suasana korban dugaan penipuan saat berada di salah satu rumah di kampung Ciahur, Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMI – Kecewa dan bingung menjadi perasaan yang dirasakan oleh tujuh orang warga dari berbagai wilayah di Indonesia yang diduga menjadi korban penipuan kerja ke luar negeri.

Mereka dijanjikan gaji fantastis sebesar sekitar Rp 12 juta jika bekerja di Malaysia, namun kenyataannya saat ini tidak bisa pulang ke kampung halaman dan kebingungan tinggal di rumah warga di Kampung Cihaur, Desa Ridogalih, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

Dari tujuh orang diduga korban penipuan tersebut, satu orang berasal dari Sukabumi, dua orang dari Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, dan empat orang lagi dari Jawa Tengah yakni kota Pekalongan, Kabupaten Brebes, Kabupaten Sragen, Kabupaten Purwodadi.

Mereka bercerita bahwa awalnya mengetahui tawaran kerja dari temannya melalui media sosial facebook dengan tawaran gaji yang sangat menggiurkan.

Salah satu korban F (30) asal Pekalongan, Jawa Tengah, mengatakan bahwa awalnya mengetahui adanya lowongan pekerajaan dari temannya, yang mendapat informasi tersebut melalui media sosial facebook, dengan tawaran gajih cukup menggiurkan yakni sekitar Rp 12 juta per bulan.

“Awalnya ada tawaran kerja dari media sosial Facebook, ada penawaran kerja di Malaysia dari teman, tapi ternyata ketipu. Katanya mau ikut ke malaysia gak terus masih mikir di kasih kontrak orang mau ngeberangkatin,” ujarnya.

“Terus dia (orang yang mengajak) nelpon ke saya tanya tanya proses prosesnya, katanya bayarnya 7 juta, aku bilang nya kalau 2 setengah bisa gak, kalau bisa mau berangkat, katanya bisa, yang penting ada untuk buat paspor dulu,” imbuhnya.

Selanjutnya kata F, bertemu dengan salah seorang yang diduga terduga pelaku penipuan tersebut di wilayah Bekasi, dan disuruh tinggal sementara selama satu pekan di salah satu kontrakan yang diakui oleh terduga pelaku sebagai kontrakan saudaranya.

“Setelah itu kami di naikin mobil di ajak ke Sukabumi ke kerumah saudaranya katanya biar menyakinkan, nah setelah itu calon calon pekerja yang lain sudah pada datang lagi Bekasi, kami yang dari Sukabumi ke bekasi langsung, disana ketemu saya yang lain,” jelasnya.

Lanjut F, kemudian semua berkumpul di Bekasi sebanyak 8 orang dan semuanya sama mengaku telah mengeluarkan uang untuk biaya berangkat ke Malaysia.

“Kondisi saat di bandara kita berangkat tidak bareng kan ada yang nunggu, katanya udah di beliin tiket, ternyata yang udah ada tiketnya itu 3 orang,” ucapnya.