KABUPATEN SUKABUMI

42 Lagu Dilarang Putar oleh Radio, Musisi Sukabumi: KPID Jabar Gak Lucu

×

42 Lagu Dilarang Putar oleh Radio, Musisi Sukabumi: KPID Jabar Gak Lucu

Sebarkan artikel ini
Musisi Sukabumi, Irnie Wanda. FOTO: FACEBOOK

SUKABUMI – Radio kini mendapatkan ‘wejangan’ baru dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Barat. Yakni soal kebijakan daftar 42 lagu dilarang putar di bawah pukul 22.00 WIB atau jam 10 malam. Kebijakan ini sontak heboh dan disoroti oleh publik, termasuk musisi Sukabumi.

Irnie Wanda, salah seorang pemusik Sukabumi mengkritisi kebijakan KPID Jabar tersebut. Menurutnya kebijakan 42 lagu yang dilarang putar adalah sebuah blunder yang memalukan.

Bank bjb Tandamata

“Menurut saya KPID Jabar ini seolah gak punya kerjaan. Masih banyak yang harus diurusi daripada melarang lagu-lagu tersebut diputar,” kata Irnie kepada Radar Sukabumi, Minggu (27/6).

Irnie lalu menyinggung sejumlah sinetron yang masih tayang dengan segmentasi yang tak layak untuk disiarkan. Seperti mempertontonkan drama perselingkuhan, perkelahian hingga adegan yang tak mendidik. “Harusnya ini dulu yang ditertibkan dulu karena jelas unfaedah,” cetusnya.

Wanita yang juga pehobi fotografi makro menduga, kebijakan itu dilakukan karena 42 lagu tersebut mengandung lirik yang berbau dewasa sehingga tidak layak untuk didengar pendengar di bawah umur. Namun argumentasi ini menurutnya pun kurang tepat.

“Menurut saya gak lucu aja sih kalau maksudnya seperti itu. Tetapi jika tujuannya adalah memberi ruang untuk lagu-lagu tanah air di radio perlu diapresiasi. Hanya saja masyarakat tak lagi mendengarkan lagu-lagu musisi Indonesia di platform musik yang ada,” bebernya.

Irnie pun mencontohkan apa yang telah ia lakukan bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang sedang menggaungkan KILA, Kita Cinta Lagu Anak Indonesia.

“Itu lagu anaknya oke-oke. Kami sedang sosialisasikan di tahun ini sampai tahun depan. Semoga anak-anak di Indonesia juga suka dengar lagu ini daripada lagu dewasa,” ujarnya.

Sebagai solusi, Irnie menyarankan agar KPID Jabar bisa duduk bersama dengan pihak terkait sebelum membuat kebijakan agar tidak mengundang kegaduhan dan diterima oleh masyarakat serta elemen lainnya. “Semoga KPID Jabar mau memberikan ruang dan kesempatan buat musisi lokal seperti di Sukabumi untuk dapat ‘bernyanyi’ sebelum menciptakan kebijakan. Kami siap dukung,” tuntasnya. (izo)