KABUPATEN SUKABUMI

14 Pahlawan Devisa Negara Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Luar Negeri

×

14 Pahlawan Devisa Negara Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). JawaPos.com
Ilustrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Jadi, dari belasan PMI itu, 2 meninggal dunia karena kecelakaan kerja dan sisanya meninggal dunia karena penyakit. Diantaranya, sakit paru-paru dan jantung,”kata Elly kepada Radar Sukabumi pada Minggu (10/11).

Sementara, tiga PMI asal Kecamatan Sagaranten yang dilaporkan meninggal dunia di Negara Timur Tengah tersebut, sudah dikebumikan di Saudi Arabia. Sementara, jenazah lainnya yang bekerja sebagai PMI sudah dipulangkan. “Iya, sisanya memang jenazahnya itu, sudah dipulangkan. Hanya sau jenazah yang belum dipulangkan, yakni PMI asal Kecamatan Nagrak yang bekerja di Malaysia,” timpalnya.

Bank bjb Tandamata

PMI asal Kecamatan Nagrak yang meninggal saat bekerja di Malasysia ini, sambung Elly, kini masih dalam tahap proses untuk dipulangkan jenazahnya ke kampung halamannya. Karena, ia telah berangkat bekerja ke Malaysia melalui jalur ilegal.

“Sebenarnya, Disnaker telah mengupayakan untuk dipulangkan, tapi kita menunggu apakah memang nanti akan dipulangkan atau dikuburkan disana, tapi kita tetap mengupayakan dulu nanti prosesnya dari Kementerian Luar Negeri dan dari KBRI yang ada di Malaysia,” tukasnya.

Dari belasan PMI ini, kata Elly, 7 diantaranya terdata telah berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Yakni, PMI asal Kecamatan Sukabumi, Nagrak, Cimaja Cisolok, Sagaranten, Gunungguruh, Cikembar dan Kecamatan Surade.

“Memang seperti itu, banyaknya yang ilegal yang datang kesana. Jadi kalau yang ilegal itu secara perlindungan tidak terlindungi. Jadi dari segi keberangkatan, setelah disana dan pas waktu kepulangan juga memang tidak terlindungi,” bebernya.

“Kalau memang dia berangkat secara legal, berarti semua jaminan kesehatan akan didapatkan, tapi ini karena dia berangkat secara ilegal, jadi jaminan kesehatannya tidak ada,” pungkasnya. (Den)