Wapres Ma’ruf Tinjau Rumah Tahan Gempa Cianjur

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau pembangunan rumah tahan gempa di Desa Sirnagalih, kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (4/1/2023) (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

CIANJUR — Wakil Presiden Ma’ruf Amin meninjau pembangunan rumah tahan gempa di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

“Di daerah patahan, episentrum gempa, itu dilakukan relokasi salah satu tempat relokasinya di sini, ada 200 unit di sini dan seluruhnya 1.000-an yang direlokasi,” kata Wapres Ma’ruf di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu.

Bacaan Lainnya

Di lokasi yang lahannya disediakan pemerintah daerah dan telah dinyatakan aman oleh BMKG tersebut akan berdiri Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Rumah tahan gempa memiliki spesifikasi berupa fondasi lajur batu kali dengan struktur baja CNP dibungkus mortar. Dindingnya menggunakan bata ringan yang diaci serta dicat. Kusen dan rangka atapnya memakai baja ringan

“Adapun rumah yang tidak direlokasi di tempat lama itu dibangun oleh pemilik, boleh dibangun oleh pemerintah dengan dana yang ada, tetapi konstruksinya harus dengan konstruksi tahan gempa,” ungkap Wapres.

Wapres mengakui bahwa hunian tahan gempa tersebut belum seluruhnya didirikan namun akan dibangun bertahap.

Pada tahap I dilakukan renovasi rumah di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku seluas lokasi 2,5 hektare dengan target pembangunan total sejumlah 200 unit (80 unit ditargetkan selesai akhir Desember 2022 dan 120 unit selesai Januari 2023).

Hingga 3 Januari 2023 sudah ada 188 unit lokasi siap bangun, 264 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) terpasang lengkap, 164 unit tertutup atap, dan 91 unit selesai 100 persen. Luas tanah untuk satu rumah adalah 75 meter persegi dengan bangunan 36 meter persegi, berlantai keramik, dan listrik 900 watt.

Sedangkan tahap II pembangunan di Kecamatan Mande seluas 30 hektare masih dalam proses peralihan status dan “land clearing” tahap awal. Progres per 3 Januari 2023, sebanyak 43 unit lokasi siap bangun, 14 unit RISHA terpasang lengkap, dan 4 unit tertutup atap. Sedangkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah cukup aman dari gempa, namun mengalami kerusakan, pemerintah memberikan bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumahnya masing-masing sebesar Rp60 juta (rusak berat), Rp30 juta (rusak sedang), dan Rp15 juta (rusak ringan).

Progres bantuan tahap 1 diberikan untuk 8.316 unit rumah dengan rincian 1.964 unit rumah rusak berat, 2.543 unit rumah rusak sedang, dan 3.809 rumah rusak ringan. Bantuan sudah disalurkan ke 40 persen rekening penerima manfaat, sisanya 60 persen akan diserahkan setelah progres pembangunan mencapai 40 persen.

Sedangkan pemberian bantuan tahap 2 diberikan kepada 16.745 unit rumah, rinciannya 2.499 unit rumah rusak berat, 4.834 unit rumah rusak sedang, dan 9.412 unit rumah rusak ringan. Bantuan sudah disalurkan ke rekening pemda, selanjutnya data akan divalidasi BNPB sebelum disalurkan ke rekening penerima manfaat.

Sebelumnya, rumah yang disiapkan untuk warga terdampak gempa yang direlokasi dari wilayah Kecamatan Cugenang ke wilayah Kecamatan Cilaku di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, sebagian sudah selesai dibangun dan dapat ditempati sebelum Lebaran tahun 2023 menurut bupati.

Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Selasa, mengatakan bahwa rumah yang dibangun di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, untuk warga desa di sekitar patahan Cugenang seluruhnya 200 unit dan 85 unit di antaranya dapat segera dihuni.

Dia mengatakan, pemerintah kabupaten menunggu hasil pendataan ulang yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai warga terdampak gempa yang harus direlokasi ke permukiman baru yang dibangun di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.

“Kami masih menunggu pendataan ulang yang akan dilakukan BNPB siapa saja warga yang akan menempati rumah tersebut,” katanya.

Bupati berharap warga terdampak gempa yang direlokasi bisa segera menempati hunian yang disiapkan oleh pemerintah. Selain menyediakan hunian, pemerintah menyiapkan bantuan bagi warga yang direlokasi dari daerah yang rawan mengalami gempa.

Pemerintah menyiapkan program pendampingan serta bantuan Rp350 ribu sampai Rp500 ribu per bulan yang disalurkan tiga bulan sekali selama satu tahun bagi warga usia non-produktif.

“Untuk (warga) usia produktif akan diberikan pelatihan dan pembinaan agar mereka menjadi pelaku UMKM sesuai dengan program Pemkab Cianjur menciptakan puluhan ribu pelaku usaha baru,” kata Herman.

Menurut dia, pemerintah juga akan memfasilitasi warga yang hendak membangun usaha di daerah relokasi.

“Mereka yang bisa bertani akan disediakan lahan di lokasi yang tidak jauh dari perumahan tempat mereka tinggal nantinya, sehingga saat menempati rumah relokasi mereka tetap bisa mencari nafkah di bidang yang sesuai dengan keahliannya,” kata Herman.

Pos terkait