Uum mengaku korban telah melakukan pemeriksaan awal di puskesmas terdekat dan jika diperlukan, korban akan dirujuk ke Rumah Sakit Bandung Kiwari untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Terkait proses hukum, DP3A menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.
“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Saat ini, Kepala UPT kami tengah berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” kata dia.
http://https://www.instagram.com/reel/DGVG48rPt1y/?igsh=Mm53d3ZhY3hnbDU5
Lebih lanjut, Uum menegaskan bahwa edukasi mengenai pencegahan perundungan akan terus dilakukan, tidak hanya di tingkat SMP, tetapi juga mulai menyasar SD.
“Sebelumnya, 112 SMP negeri dan swasta di Bandung sudah menyatakan komitmen untuk membangun Bandung Zero Bullying. Tapi ini proses panjang, harus terus diingatkan. Tahun ini, kami akan masuk ke SD juga,” katanya.
Dia berharap edukasi dapat diperluas ke lingkungan keluarga, karena peran orang tua sangat penting dalam membentuk karakter anak.
“Jangan semua dibebankan ke sekolah. Keluarga juga harus terlibat dalam memberikan pengasuhan dan pendidikan karakter sejak dini,” kata Uum.(*)






