Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kasokandel, Yani Malihah saat dimintai konfirmasi/klarifikasi melalui telepon selulernya, dia terkesan tidak merespon. Bahkan dengan nada ketus usai memberikan beberapa pesan via WhatsApp (WA), nomor seluler langsung blokirnya.
Adapun pesan Yani, melalui WA, ia balik bertanya kepada Radar Sukabumi, informasi dari siapa. “Informasinya dari siapa, bawa orangnya ke depan saya. Kalau begitu Bapak tidak usah datang mengawasi, toh sudah ada PP yang di tugaskan,” tukasnya.
Yani pun menyebut jangan samakan dirinya dengan Kepala Sekolah (Kepsek) lain. “Jangan samakan saya dengan Kepsek yang lain, InsyaAllah di tempat tugas yang baru ini juga saya akan tetap amanah menggunakan uang negara,” kata dia.
Diwaktu terpisah, Edi Kurnia, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) program DAK Fisik bidang Pendidikan, saat dimintai konfirmasinya melalui telepon selulernya, hingga saat ini tidak merespon.
Kendati dirinya (Edi Kurnia – red) bertanggungjawab terhadap mekanisme (teknik-non teknik) kegiatan DAK di Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar. Namun Edi tak bergeming atas temuan/laporan tentang dugaan penyimpangan DAK di SMAN 1 Kasokandel. (Ron)






