Pemprov Jabar

Jabar Quick Response, Sepanjang 2021 Ada 3.762 Aduan

×

Jabar Quick Response, Sepanjang 2021 Ada 3.762 Aduan

Sebarkan artikel ini
Ridwan Kamil Jabar Quick Response
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat peluncuran program Jabar Quick Response (JQR). (Dok. Humas Pemprov Jabar)

BANDUNG– Sejak dibentuk sekira 3 tahun lalu oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Jabar Quick Response (JQR) konsisten menjalankan misi kemanusiaan.

Sepanjang 2021, ada 3.762 aduan maupun keluhan masyarakat yang berada dalam ranah penanganan Jabar Quick Response dan diindaklanjuti.

Bank bjb Tandamata

Dari data tersebut, aduan yang datang mengenai kesehatan sebanyak 1.615, kemudian rumah darurat roboh dengan jumlah aduan 708, kemudian kebencanaan dengan jumlah 524 aduan dan diikuti aduan lainnya.

Sebaran aduan terbanyak dari kawasan Bandung Raya dengan 1.813 aduan (48%), kemudian Priangan Timur 614 aduan, Bodebek 489 aduan, Priangan Barat 354 aduan. Purwasuka 255 aduan dan Ciayumajakuning dengan 240 aduan.

“2.302 aduan yang masuk telah selesai mendapatkan penanganan. Sedangkan, 1.463 lainnya masih dalam proses penanganan,” ucap Ketua Harian Jabar Quick Response (JQR), Reggi Kayong Munggaran, Minggu (9/1).

Menurutnya, lembaga JQR menjalankan misi kemanusiaan diperkuat dengan payung hukum.

Sejauh ini, Ridwan Kamil selalu memberikan solusi melalui lobi-lobi untuk mengatasi anggaran yang terbatas.

“Dana yang dimiliki JQR ini terbatas, kami dibantu Pak Emil (Ridwan Kamil) yang berhasil melobi donatur, mau bersama-sama demi warganya yang harus dibantu,” tuturnya.

Reggi menuturkan Jabar Quick Response juga menjadi medium bagi Ridwan Kamil memperluas aksi kebaikan dan kemanusiaan.

Menurutnya, tak banyak yang tahu dan terpublikasikan sisi kedermawanan Ridwan Kamil sebetulnya sangat tinggi.

Lambat laun, JQR dibentuk dan mengkonsolidasikan bantuan sekaligus menyalurkannya pada pihak yang tepat.

“Kalau ingin melihat kedermawanan Ridwan Kamil, manifestasinya ada di JQR. Karena Kang Emil pengen menerjemahkan banyak hal baik tentang dirinya dengan cara yang lebih beradab, dengan cara sistemik. Sistem ini diharapkan jadi, siapapun pemimpinnya bisa membantu warga Jabar,” pungkasnya. (dbs)