Program ini sendiri, kata Siti, akan digelar selama dua bulan, di mana siswa-siswi diberikan makanan bergizi dari Senin-Sabtu dengan perkiraan harga menu yang diberikan mencapai Rp15 ribu di luar harga susu.
Program ini juga, dinilai Siti, bisa turut menekan angka stunting karena perkembangan anak dipantau dan tidak hanya sekedar diberikan makanan. “Dalam rangka peningkatan konsumsi hewani kami sangat mendukung, dengan ada parameter pada anak-anak sebelum dan sesudah. Jadi, ketika akan diberikan program, mereka ditimbang dulu, diukur tinggi badan, nanti setelah selesai program, ditimbang lagi dan tinggi dilihat jadi terlihat nanti pertumbuhannya gimana,” ujarnya.
Pihaknya memberikan catatan atas program ini, salah satunya yaitu peran orang tua di rumah yang harus bisa memberikan menu bergizi kepada anak-anak mereka, sebagai usaha penanganan stunting secara lebih efektif.
“Perlu diedukasi, yaitu kepada orang tua, pemerintah sudah memberikan stimulus. Tapi keluarga sudah harus berfikir untuk Indonesia Emas harus diberikan makanan bergizi,” katanya menambahkan.(*)






