JAWA BARAT

Pemprov Jabar Bantu Biaya Sertifikasi Pertanian Organik

×

Pemprov Jabar Bantu Biaya Sertifikasi Pertanian Organik

Sebarkan artikel ini
Petugas dari Lembaga Sertifikasi Organik dan perwakilan dari pemerintah daerah mengecek lahan pertanian organik di Kampung Ciawitali, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (9/10/2023). (Feri Purnama)
Petugas dari Lembaga Sertifikasi Organik dan perwakilan dari pemerintah daerah mengecek lahan pertanian organik di Kampung Ciawitali, Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (9/10/2023). (Feri Purnama)

“Lokasi-lokasi yang sudah menerapkan standar pertanian organik sesuai SNI kita bantu untuk fasilitasi sertifikasi organik,” katanya.

Bank bjb Tandamata

Ia menegaskan manfaat dari sertifikat organik itu agar para petani bisa memberi label produk hasil padinya di pasaran dengan label resmi bersertifikat organik, sehingga bisa memberikan keuntungan lebih daripada produk beras biasanya. Selain itu, kata dia, pertanian organik tersebut memiliki dampak yang baik karena ramah lingkungan, dan juga memanfaatkan pupuk organik, sehingga hasil pertaniannya lebih sehat.

“Kami sangat mendukung di Provinsi Jawa Barat terhadap pertanian organik,
karena pertanian organik ini adalah pertanian yang sangat ramah lingkungan, dan memang pertanian yang sehat,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Ciawitali Ade Ahmad mengatakan, pertanian organik di wilayahnya sudah dikelola sejak 2015, kemudian baru mendapatkan sertifikat organik tahun 2017, kemudian tahun 2022 tidak diperpanjang karena kendala biaya.

Namun akhirnya, kata dia, dari Pemerintah Provinsi Jabar tahun 2023 mendapatkan bantuan biaya sertifikasi organik untuk lahan pertanian seluas 21,9 hektare.

Ia mengatakan sertifikat organik itu penting untuk mencantumkannya di produk beras organik yang sudah dikemas sehingga bisa diterima di pasaran. “Dengan organik ini menguntungkan, ramah lingkungan, karena pupuknya pakai kotoran hewan, alhamdulillah lumayan hasilnya,” katanya.(*)