Nelayan Cirebon Sudah Terima Alat tangkap Ramah Lingkungan

Suasana di kampung nelayan Desa Ambulu, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (21/11/2023). (Fathnur Rohman)
Suasana di kampung nelayan Desa Ambulu, Cirebon, Jawa Barat, Selasa (21/11/2023). (Fathnur Rohman)

Samsur, Ketua Kelompok Usaha Bersama Rajungan Jaya, di Desa Ambulu, Cirebon menyampaikan salah satu faktor kelangkaan rajungan di daerahnya disebabkan oleh pemakaian secara masif alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Dampak buruknya, ujar Samsur, rajungan di pesisir Desa Ambulu semakin sulit didapatkan karena kerusakan ekosistem akibat penggunaan alat tangkap yang tidak sesuai aturan.

Bacaan Lainnya

“Makanya dengan adanya istilahnya ekosistem laut itu rusak, ya boleh dibilang yang namanya rajungan itu hampir tidak pernah lihat rajungan. Paling rajungan ukurannya kecil adanya. Sementara di era 90-an, kita masih bisa lihat rajungan ukuran 4-6 kg,” katanya.

Samsur menyebut bahwa pemerintah pusat dan daerah sebetulnya dapat menangani masalah pemakaian alat tangkap itu, dengan membuat aturan yang tegas.

“Kalau penggunaan alat tangkap semacam itu bisa menghabiskan populasi hewan laut lainnya,” ujar dia pula.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *