Pemerintah desa bersama aparat setempat segera berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut. Hingga Kamis siang, petugas gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar permukiman untuk mengamankan satwa tersebut agar tidak membahayakan warga maupun dirinya sendiri.
Apen mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama di sekitar lokasi terakhir macan tutul terlihat. “Kami minta warga tidak mendekati lokasi dan tetap tenang agar tidak memicu sifat agresif satwa liar tersebut,” katanya.(**)






