JAWA BARAT

Kisah Kampung Albino di Garut yang Dilarang Dikunjungi Warga Saat Hari Jumat

×

Kisah Kampung Albino di Garut yang Dilarang Dikunjungi Warga Saat Hari Jumat

Sebarkan artikel ini
Kampung Ciburuy Garut

RADAR SUKABUMI – Di sebuah lembah yang tenang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tersembunyi sebuah perkampungan unik bernama Ciburuy.

Keunikan kampung ini bukan hanya terletak pada keindahan alamnya yang asri, namun juga pada sejumlah warganya yang terlahir dengan kondisi albinisme.

Bank bjb Tandamata

Albinisme adalah sebuah kondisi genetik langka yang menyebabkan kurangnya pigmen melanin pada kulit, rambut, dan mata.

Fenomena ini menjadikan Ciburuy dikenal sebagai “Kampung Albino” di kalangan masyarakat luas. Keberadaan individu dengan albinisme di Ciburuy bukanlah hal baru.

Menurut cerita turun-temurun, kondisi ini telah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa gen albinisme ini dibawa oleh keturunan “Sunda-Walanda”, atau warga Belanda yang pernah tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat setempat pada masa lampau.

Isolasi geografis kampung ini di masa lalu diduga kuat menjadi faktor, yang mempertahankan dan memperkuat gen tersebut di dalam populasi.

Meskipun menjadi daya tarik tersendiri, ada sebuah tradisi unik yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Ciburuy, yaitu larangan bagi pendatang untuk mengunjungi kampung mereka pada hari Jumat dan Sabtu.

Alasan di balik larangan ini tidak sepenuhnya diketahui secara pasti oleh masyarakat luar. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa larangan ini berkaitan dengan kepercayaan leluhur atau hari-hari sakral dalam tradisi Sunda.

Ada pula yang menduga larangan ini bertujuan untuk menjaga ketenangan dan kesakralan kampung, terutama karena Ciburuy juga dikenal memiliki situs-situs bersejarah dan naskah-naskah kuno yang dijaga dengan baik.

Terlepas dari misteri di balik larangan berkunjung di akhir pekan, kehidupan di Ciburuy berjalan seperti kampung-kampung lainnya. Warganya hidup berdampingan, saling membantu, dan menjaga tradisi yang telah diwariskan.

Anak-anak dengan albinisme tumbuh dan berinteraksi layaknya anak-anak lain, meskipun tak jarang mereka menghadapi tantangan sosial di luar kampung akibat perbedaan penampilan mereka.

Kisah Ciburuy, dengan keunikan warganya dan tradisi larangan berkunjungnya, menjadi sebuah narasi menarik tentang keberagaman, warisan genetik, dan kearifan lokal yang masih terjaga di tengah modernitas.

Kampung ini menjadi pengingat bahwa setiap sudut Indonesia menyimpan cerita unik dan berharga untuk diulik dan dihormati.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Garut, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keunikan Ciburuy, namun ingatlah untuk menghormati tradisi dan aturan yang berlaku di sana. (Pus)