“Pemerintah masih menggodog soal pelaksanaan haji dan umrah di tengah pandemi ini. Untuk umrah memang sudah diperbolehkan tapi dengan aturan yang cukup ketat. Info dari Biro Kesra Pemprov Jabar, kalau tahun ini haji berangkat, kuotanya hanya 30 persen dengan embarkasinya di Bekasi dan terbang dari Jakarta,” sambungnya.
Namun, kalau bisa berangkat 100 persen sesuai kuota, maka jemaah Jabar akan disiapkan terbang dari Bandara Kertadjati, Majalengka dengan embarkasinya sudah siap digunakan berlokasi di Indramayu.
“Jamaah umrah sendiri saat ini hanya bisa ibadah full tiga hari, sisanya banyak karantina di kamar hotel di Saudi dan pusat isolasi di Indonesia. Maka itu, pergunakan waktu sebaiknya dengan terus taat protokol kesehatan. Jangan waktunya sebentar, pulangnya diuji penyakit,” pungkasnya.(*)






