BOGOR – Masyarakat Kota Bogor diminta untuk terus waspada ketika beraktivitas di luar rumah. Pasalnya, kondisi cuaca yang disertai angin kencang sedang melanda sejumlah titik di Kota Hujan.
Selama beberapa hari terakhir, Kota Bogor dilanda angin kencang. Meski tanpa hujan, tiupan angin menerpa atap-atap rumah dan dahan-dahan pohon. Angin kencang itu mampu merobohkan pohon dan berdampak terhadap masyarakat yang berada di sekitar lokasi tersebut.
Seperti yang terjadi di Jalan Raya MA Salmun, Senin (7/3). Satu unit mobil nyaris ringsek karena tertimpa pohon tumbang yang diterpa angin kencang. Akar pohon diduga sudah rapuh sehingga langsung tumbang saat angin kencang sedang berlangsung.
Mobil milik Ibni Reisha Pahlevi itu tak bisa melanjutkan perjalanan karena batang pohon kenari yang berukuran sekira 15 meter. Diameternya mencapai 30 centimeter. Akses para pejalan kaki pun sempat terhambat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas pun sempatel menyambangi lokasi. Pihaknya langsung melakukan pemotongan pohon tumbang sekaligus pembersihan area tersebut.
Pohon tumbang itu bukan satu-satunya yang terjadi pada hari yang sama. BPBD Kota Bogor sempat mencatat, sekira lima kejadian pohon tumbang juga melanda sejumlah titik lainnya. Diantaranya seperti Jalan Papandayan, Katulampa, Sempur. Bahkan, atap rumah juga dilaporkan ambruk di Kelurahan Kedunghalang, Bogor Utara.
“Untuk itu, kita mengimbau melalui kecamatan dan kelurahan untuk mengingatkan seluruh masyarakat Kota Bogor agar lebih waspada dan menghindari lokasi-lokasi yang banyak pohonnya terutama saat berkendara. Misalnya Pajajaran, Ahmad Yani, Abdullah Bin Nuh, Semeru, MA Salmun, atau lokasi lain yang kira-kira bahaya pas angin kencang,” ujar Theo kepada Radar Bogor, Senin (7/3).
Ia pun mengakui, sulit memprediksi kondisi angin kencang yang terjadi belakangan ini. Berbeda dengan hujan yang ada musimnya. Meski begitu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BMKG. Mereka terus memantau perkembangan prakiraan cuaca di Kota Bogor, setiap hari. Antisipasi dilakukan dengan menyesuaikan lokasi-lokasi yang rawan terdampak angin kencang tersebut. (mam/radarbogor)



