Double Track Bogor-Sukabumi Dianggap Boroskan Anggaran Rp439 Miliar

Eksavator saat melakukan cut and fill di lokasi proyek double track KA Sukabumi - Bogor, tepatnya di daerah Kecamatan Cicurug.

RADARSUKABUMI.com – Pembangunan jalur ganda (double track) kereta api Bogor-Sukabumi dianggap memboroskan anggaran Rp439 miliar. Pembangunan jalur KA ini pun disoal DPR.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dicecar anggota Komisi V DPR RI perihal pembangunan jalur kereta api Bogor-Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Sebabnya pembangunan itu dinilai tumpang tindih dengan Kementerian PUPR yang tengah membuat jalan tol Bogor-Sukabumi.

“Saya mengingatkan kepada Kemenhub, dalam menyusun program hendaknya memperhatikan efektivitas dan efisiensi akan tercipta apabila ada koordinasi antar kementerian, adalah kemenhub dan PUPR,” ungkap Anggota Komisi V DPR RI Sudewo dalam Rapat Dengar pendapat (RDP) dengan Menhub di Gedung DPR RI, Selasa (23/6).

“Saya mengambil contoh overlap tumpang tindih menguras anggaran negara,” ujarnya.

Pihaknya mengatakan, program tersebut sama persis baik dari sisi tujuan maupun penyerapannya. Sehingga menurut Sadewo hal itu merupakan bagian dari pemborosan anggaran.

“Pada satu program tertentu dengan tujuan tertentu, tapi itu menguras anggaran negara yaitu Kemenhub mengalokasikan anggaran, untuk membuat double track kereta, pembangunan double rel kereta Bogor-Sukabumi, menelan anggaran Rp 439 miliar,” ujarnya.

“Sementara kita tahu Kementerian PU ini sedang membangun jalan tol Bogor-Sukabumi,” imbuhnya.

Sadewo meminta agar Kementerian Perhubungan dan PUPR melakukan koordinasi sebelum membuat sebuah program agar tidak terjadi overlapping.

“Ini punya maksud dan tujuan yang sama kemudian output yang hendak dicapai sama, tapi sarana dan prasarananya terlalu berlebih,” katanya.

“Saya katakan overlap berlebihan meski beda lembaga, tolong Kemenhub melakukan koordinasi dengan PUPR supaya hal ini tidak terjadi,” tutupnya.

(rmol/pojokbogor)

Pos terkait