“Sampai sekarang korban yang saya tahu ada enam. Anak saya sudah mulai sembuh, tinggal batuk-batuk,” kata Ropahma kepada Harian Radar Depok (Pojoksatu.id Group), Selasa (27/11/2018).
Tapi yang terbaru, kata dia, ada seorang ibu hamil yang harus rela kehilangan jabang bayinya karena terjangkit DBD. Ibunya, sekarang sedang berada dalam rumah sakit.
“Sekarang nambah lagi satu, teman istri saya. Kemarin abis pada jenguk, benar meninggal karena DBD,” kata Ropahma warga sekitar kediaman korban.
Ropahma mengatakan, janin yang sedang dalam kandungannya meninggal. Ibunya sekarang sedang masa perawatan. “Sudah satu mingguan dirawat,” tambahnya.
Memang sebelumnya, warga meminta untuk dilakukan penyemprotan atau foging. Sebab saluran setempat masih kecil dan banyak sampah yang menciptak jentik nyamuk yang berbahaya ini.
Menimpali hal ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Novarita meminta, masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan pemeriksaan jentik berkala dan pemberantasan sarang nyamuk.





