RADAR SUKABUMI — Diantara sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jawa Barat (Jabar), yang mendapat alokasi anggaran (APBD) khususnya di tahun anggaran 2025 ini adalah Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar.
Hal itu terungkap saat Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi mengadakan rapat koordinasi pembahasaan terkait komposisi anggaran (APBD) 2024 di sejumlah OPD Pemdaprov Jabar.
Video rapat pembahasan itu di unggah Kang Dedi Mulyadi (KDM) dalam akun media sosialnya (Medsos) YouTube @Kang Dedi Mulyadi Channel, yang dirangkum Radar Sukabumi pada Kamis (23/1/2025).
Secara langsung KDM mendengarkan laporan komposisi anggaran untuk Disdik Jabar. Yangmana pada 2025 ini Disdik Jabar mendapat alokasi dana paling tinggi yakni sebesar Rp11,2 triliun.
Mendengar hal itu, KDM pun meminta uraian item atau jenis-jenis pengalokasiannya. Diantaranya, untuk dana BOPD, dana BOS pusat, belanja operasional dan honor GTK nonASN. Kemudian untuk belanja pegawai dan tunjangan ASN dan belanja barang/jasa serta beberapa item belanja lainnya.
Dari uraian itu, KDM merasa bingung, karena secara porsi Disdik Jabar mendapat alokasi paling tinggi, tetapi hampir setiap musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) selalu jadi polemik.
“Anggaran pendidikannya tinggi, tetapi tiap musim PPDB ribut wae (ribut aja-red),” tandasnya.
Selain itu, dari beberapa item belanja tersebut, KDM meminta beberapa item belanja di Disdik Jabar untuk ditandai. Seperti belanja kebutuhan operasional Sarpras Kantor Disdik dan 13 Cadisdik (biaya air, belanja kelistrikan).
Termasuk seperti biaya jasa petugas kebersihan dan keamanan. Serta biaya perjalanan dinas dan biaya akomodasi lainnya. “Nanti, beberapa item akan dilakukan evaluasi/dibahas lebih lanjut. Akan dilihat lagi efisiensinya bila perlu dilakukan pemangkasan,” tegasnya.
Memang dalam beberapa kesempatan lainnya, KDM kerap mendapatkan beragam keluhan dari masyarakat di Jabar soal sarana-prasarana (Sarpras) di satuan pendidikan (sekolah) serta infrastruktur pendidikan.
Artinya, tingginya alokasi anggaran yang diperuntukan ke Disdik Jabar tak sebanding dengan Sarpras serta infrastruktur yang ada di sekolah, kata KDM dalam sebuah unggahan. (Ron)






