CIANJUR – Kompak seiya sekata. Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar dan Bupati Bogor, Nurhayanti kembali ngotot terkait usulan pembangunan Puncak 2.
Usulan itu mendadak ramai menjadi pembahasan dalam rapat Badan Kerjasama Pembangunan (BKSP) Jabodetabekjur yang digelar pada Selasa (3/4/2018) lalu di Jakarta.
Usulan itu kembali mencuat bukan sekedar menjadi awang-awang di atas angin. Hal ini berangkat dari keprihatinan kondisi jalur Puncak yang tak molek lagi. Ragam permasalahan menjadi bahan usulan kedua bupati ini.
Bupati Irvan mengatakan, kondisi jalur puncak kini dinilai semakin rawan. Bencana longsor yang kerap terjadi dalam tiga bulan terakhir di Cianjur mengakibatkan dampak yang signifikan di bidang ekonomi.
Bencana longsor yang terjadi pekan lalu di perbatasan Cianjur-Bogor membuat Cianjur mengalami kerugian. Pasalnya, sekitar 50 ton sayuran per hari yang harus diantarkan ke Jakarta menjadi tersendat.
“Ketika nanti ada (Puncak 2) maka kendala seperti ini (longsor) tidak akan menjadi kendala,” ujarnya, kemarin.
Tak hanya itu, lanjut Irvan, pembangunan Puncak 2 dinilai akan mampu mengurai kemacetan yang selalu terjadi setiap hari bukan hanya di akhir pekan.
“Pada prinsipnya Puncak 2 mampu memperlancar arus lalulintas orang dan barang, pemerataan ekonomi dan pariwisata,” jelasnya.
Senada, Bupati Bogor, Nurhayanti menambahkan, program pelebaran ruas jalan di jalur puncak dinilai belum tentu mampu mengatasi permasalahan kemacetan jangka panjang. Ditambah lagi, kondisi jalur puncak yang rawan bencana menjadi hambatan berarti yang perlu dipikirkan dengan matang.
Ia menjelaskan, dengan adanya Puncak 2 maka otomatis akan mendorong pertumbuhan sektor timur Kabupaten Bogor. “Puncak 2 sudah diusulkan sejak 2010. Kendalanya pelebaran jalan. Dananya kan dari pusat tapi diturunkan ke provinsi,” tuturnya kepada Radar Cianjur.
Menanggapi usulan duo bupati ini, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Iwa Karniwa mengungkapkan, untuk mengatasi kemacetan dari arah Bogor ke Jakarta, patut dipertimbangkan membangun poros tengah yakni Puncak 2 dari Sentul ke Cipanas.
“Dua bupati ini meminta agar dimungkinkannya Puncak 2 ini dilanjutkan menjadi jalan nasional, dengan catatan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” paparnya.
Baginya, yang terpenting saat ini yaitu ada solusi memecah kepadatan lalu lintas di kawasan puncak.
“Melihat kondisi tanah di puncak sendiri rawan longsor, maka perlu adanya kajian terlebih dahulu,” pungkasnya.
(radar cianjur/yaz)



