Jembatan Cisadea Penghubung Dua Desa Hanyut

  • Whatsapp
Jembatan Cisadea Cianjur.

CIANJUR – Jembatan Cisadea dengan panjang 100 meter adalah sebuah jembatan kayu  di kampung Bojonggede RT 01 RW 02 Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang kini hanyut terbawa banjir, Sabtu (12/6/2021).

Sejatinya jembatan adalah jalur penghubung satu daerah dengan wilayah lain untuk menunjang segala aktivitas masyarakat. Namun apa jadinya jika jembatan yang di gunakan masyarakat sudah tidak layak seperti yang dialami masyarakat .

Bacaan Lainnya

Ketua RT Bojonggede, Iskandar mengatakan bahwa hanyutnya jembatan tersebut akibat banjir bandang yang sebelumnya terjadi hujan deras dikawasan tersebut.

“Sebelumnya terjadi hujan deras, sehingga terjadi banjir dikawasan cisadea, namun tidak heran lagi karena tiap tahun juga pasti terjadi seperti itu,” ujarnya kepada Radar Cianjur, Minggu 13/06/2021.

Menurutnya jembatan tersebut dibangun atas dasar swadaya masyarakat, serta menjadi penghubung dua desa, yakni Desa Muaracikadu dan Desa Sirnagalih.

“Kami bangun setiap tahun juga memang dari swadaya masyarakat, untuk mempermudah akses transportasi, karena kalau tidak ada jembatan tersebut biasanya warga menggunakan sampan atau perahu kecil untuk menyebrang,” ucapnya.

Dirinya memohon kepada pihak desa setempat maupun pihak Pemerintah Kabupaten untuk memperhatikan pembangunan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat mempermudah aktivitas.

“Sudah bosan tiap tahun ya begini nasib kami kalau musim hujan datang, tapi mau bagaimana lagi karena ini kebutuhan, anak-anak sekolah lewat sini, ibu-ibu ke pasar lewat jembatan ini, jadi kami mohon lah untuk diperhatikan,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Desa Muaracikadu Surahman menuturkan, jembatan tersebut merupakan akses jalan sementara yang dibangun masyarakat ketika musim kemarau.

“Jadi jembatan tersebut merupakan akses jalan yang dibangun ketika musim kemarau saja, hanya dipergunakan sementara,” jelasnya.

Selain itu menurut Surachman, akses jalan tersebut hanya dipergunakan oleh masyarakat Desa Sirnagalih.

“Yang menggunakan jembatan tersebut masyarakat Desa Sirnagalih karena lebih dekat dengan desa tersebut. Terus masyarakat Desa Muaracikadu lebih dekat ke jalan provinsi sehingga menggunakan jalan tersebut”pungkasnya.(byu)

Pos terkait