CIANJUR – Hektaran lahan produktif yang berlokasi di Desa Sukasari, Kecamatan Sukaluyu mulai terkuras habis. Kini, sudah dirusak mesin buldozer (beko). Salah satunya dimanfaatkan pembisnis properti.
Salah satu pengurus Komunitas Pemuda Warungkiara (Pandawa) Cianjur, Arif menyoroti, saat ini sudah marak lahan produktif dijadikan usaha bisnis perumahan. Khususnya di Kecamatan Sukaluyu, ada beberapa titik dan lokasi.
“Nah, bagimana nasib masyarakat Cianjur kedepan. Mau pintar bagimana masyarakat, bila terus dibohongi oleh sekelompok yang berkepentingan di dalamnya,” katanya, Rabu (18/10/2017).
Ia menyambungkan, harusnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Cianjur bisa memfasilitasi warga untuk penghentian dan sangsi tegas. Jelasnya itu melanggar aturan sesuai dengan keputusan Bupati Cianjur melalui moratorium seakan diabaikan.
“Alih fungsi lahan masih produktif mayoritas beralih disulap jadi bangunan. Seperti halnya informasi terhangat semakin maraknya pembangunan perumahan di beberapa lokasi,” ujar dia, diamini beberapa rekannya.
Hal berbeda, pembina Komunitas Pandawa Cianjur (KPC), Iwan Akay memaparkan, lahan sawah atau palawija saat ini banyak dirusak berubah fungsi jadi sejumlah perumahan di beberapa titik lokasi. Bahkan, di lokasi sudah ada buldozer (eskalator) sedang sibuk geber chat anvil.
“Kami, berharap pemangku kebijakan (Pemkab) Cianjur melalui dinas terkait jangan membiarkan hal itu terjadi. Harusnya, ada teguran keras. Lalu, bagaimana mengenai pergantian lahan produktif tiga kali lipat selama ini masih dipertanyakan,” pungkasnya diamini, Ricky (37) salah satu rekannya.
Namun sayangnya, saat dihubungi pihak pengusaha atau manajeman bisnis properti tidak ada di lokasi. Bahkan, beberapa kali menemui hal sama masih belum ada komentar ataupun jawaban apapun juga dituding sejumlah pihak.



