“Hasil berasnya jadi berapa, tinggal dikalikan 57,7 persen. Menurut hitungan BPS gabah kering giling dikonversi ke beras itu 57,7 persen,” ujarnya.
Untuk ketahanan pangan jangka panjang, DTPH setempat juga akan mengoptimalkan sawah tadah hujan dengan dibantu sistem pompanisasi, sistem ini rencananya akan mulai dicoba pada musim tanam April-September.
“Kami akan mencoba menginventarisasi potensi lahan sawah tadah hujan dan pompanisasi. Kami sudah punya data 300.000 hektare-an dan bisa dibuat dua kali panen,” kata Dadan.
Sistem padi tadah hujan dan pompanisasi merupakan inisiasi Kementerian Pertanian RI yang diakselerasi provinsi serta pemda kabupaten dan kota.(*)






