Ormas PP dan Katar Bentrok, Berujung ke Ranah Hukum

  • Whatsapp
Polres Metro Bekasi
Korban pengeroyokan didampingi LBH LSM District GMBI Kabupaten Bekasi, memperlihatkan bukti laporan ke Polres Metro Bekasi, terkait bentrokan di pasar tumpah, Jalan RE Martadinata, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. IST/RADAR BEKASI

BEKASI Bentrokan yang terjadi antara Ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Karang Taruna (Katar) Cikarang Kota, pada Jumat (17/9) malam lalu, berujung ke ranah hukum.

Di mana, korban pengeroyokan melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) LSM District GMBI Kabupaten Bekasi, melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi, Senin (20/9) malam.

Bacaan Lainnya

LBH LSM GMBI District Kabupaten Bekasi, Faisal Syukur mengatakan, bahwa Ketua Bumdes Desa Cikarang Kota, membuat laporan terkait pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh kelompok Ormas PP dan Komunitas SC 234, saat bentrokan tersebut terjadi.

“Kami melaporkan kejadian atas pengeroyokan salah satu anggota dari Bumdes Cikarang Kota, yang diduga dilakukan oleh PP dan Komunitas SC 234,” ujarnya kepada Radar Bekasi , kemarin.

Dirinya berharap, pihak kepolisian Polres Metro Bekasi, bisa menindak lanjuti laporan tersebut. Karena akibat pengeroyokan itu, beberapa anggota tubuh korban, mengalami luka, karena sabetan senjata tajam berupa celurit dan benda-benda tumpul.

“Kami meminta kepada kepolisian Polres Metro Bekasi, untuk menindak lanjuti laporan tersebut,” imbuh Faisal.

Menyikapi itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Cikarang Utara, Beni Setiawan menjelaskan, terkait masalah laporan dari Bumdes, yang dikuasakan oleh pengacaranya ke LBH LSM GMBI District Kabupaten Bekasi, pihaknya sudah terlebih dulu melakukan pelaporan.

“Sebelum mereka laporan, kami telah membuat laporan, karena ada korban tiga orang luka bacok. Kemudian, tiga sepeda motor sempat hilang, lalu kemarin dua ada di Polsek, dan satunya belum ditemukan. Kami sudah membuat laporan pada Minggu (19/9) lalu,” terang Beni.

Dirinya meyakini, bahwa tidak ada korban dari pihak Bumdes, karena memang belum mengetahui kronologisnya. Beni menegaskan, untuk persoalan ini, sekarang sudah memasuki ranah hukum.

“Kami belum tahu terkait masalah apa sehingga dari pihak Bumdes melapor. Katanya ada korban pengeroyokan, dan kami kronologinya seperti apa,” tuturnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *