“Rumah saya tepat di depan selokan, jadi nyamuknya banyak. Saya bakar obat nyamuk aja. Tapi ya pemerintah juga harusnya ada penyemperotan (fogging),” tuturnya.
Ketua RW 12, Edi mengungkapkan dari semua RT yang ada di RW 12, rata-rata terdapat warga yang terkena penyakit DBD. Bahkan, dua bulan terakhir di 2018, 10 orang warga terkena DBD.
“Dua bulan ke belakang, warga yang pertama sakit DBD meninggal. Kalau di RSUD Cibabat sakitnya panas, kalau dibawa ke RS Hermina terkena penyakit DBD. Dirawat di RS Hermina tiga hari terus meninggal,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, sebagian warga yang terjangkit DBD mulai berangsur sembuh. Namun, saat ini di bulan Januari 2019 terdapat lima orang warga yang kembali terkena penyakit DBD.
“Sebagian sudah mulai pulih, tapi ternyata sebagian lagi terjangkit DBD. Paling banyak pasiennya warga di RT 02 dan RT 03,” ungkapnya.
Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengimbau masyarakat agar rutin memberantas sarang-sarang nyamuk Aedes Aegepty yang biasanya menyerang di pagi hari.





