Saat ini, harga beberapa komoditas perkebunan bergerak secara fluktuatif. Karena itu, peneliti Balittri diharapkan dapat membantu petani dalam meningkatkan produktivitasnya.
“Sebelum mengajarkan petani untuk menerapkan GAP (good agricultural practices), kita harus pastikan budidaya komoditas pertanian bisa mengenyangkan perut petani. Pastikan hasilkan inovasi sehingga produktivitas mereka meningkat dan panen bisa lebih cepat,” jelas Syukur.
Pria yang saat ini turut menjabat sebagai Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) tersebut juga mendorong pengembangan B100, yaitu bahan bakar mesin (BBM) yang bermuatan 100 persen bahan nabati. “
Balittri sudah bisa memproduksi B100. Kalau ini bisa dipasarkan dan dikembangkan secara masif, tentunya akan menjadi terobosan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Syukur.
(jpnn)




