Aktivis Islam Nilai Pemkab Karawang Belum Adil dan Terindikasi Korupsi

  • Whatsapp
FAIS Karawang
Ketua FAIS Karawang, Sunarto./Foto: Ega

KARAWANG – Forum Aktivis Islam (FAIS) Karawang menilai kinerja Pemkab Karawang melayani masyarakat masih jauh dari kata adil.

“Jadi jelas sikap dari FAIS akan terus bersuara mengkritisi pemerintahan yang kami rasa belum adil dan terindikasi korupsi,” ujar Sunarto, Koordinator FAIS, Minggu (24/10/2021) melalui pesan tertulis.

Bacaan Lainnya

Narto mengatakan, sikap kritis yang dilakukan oleh FAIS ini mewakili suara masyarakat Karawang yang sampai hari ini masih belum sejahtera.

“Hal itu akan kita lakukan sampai kita mendapat naungan pemimpin yang adil, Karawang yang sejahtera terbebas dari kemiskinan dan ketidak adilan,” ujarnya.

Menurut Narto, alasan FAIS terus bersuara mengkritisi kebijakan Pemkab Karawang merupakan bagian dari perintah agama.

“Kenapa kami dari Forum aktivis Islam mengurusi korupsi atau mengurusi masalah politik karena dalam islam diajarkan untuk melek politik untuk membela umat atau masyarakat dari ketidakadililan,” ujarnya.

Agama Islam, kata Narto, di dalamnya mengurusi Siyasah Syar’iyyah, sehingga umat muslim harus melek politik.

“Karena politik dalam Islam terkait dengan urusan besar diantaranya mengurusi rakyat, umat atau jama’ah,” katanya.

Selain itu, kata Narto, Islam juga mengurusi terkait Ro’in, Sulthon, Amir, Imam atau amirul mukmin atau Ulil Amri.

“Jadi politik Islam itu jelas mengurusi segalanya. Maka seorang muslim harus mengerti akan hal ini,” katanya.

Terlebih lagi, tambah Narto, zaman seperti saat ini manusia akhir zaman, pemimpin akhir zaman yang dipenuhi dengan zanawat atau khoda’at (tipu daya).

“Karena zaman sekarang pendusta dipercaya sedangkan oang jujur didustakan. Orang yangg jujur dibilang pengkhianat pembuat gaduh, sedangkan para pengkhianat dikasih amanat, koruptor dipercaya dan para ruwaibidah atau orang bodoh yg hina diberi kekuasaan untuk mengurusi masalah umum atau besar,” ujarnya.

Maka, kata Narto, Nabi Muhammad SAW berpesan gigitlah dengan gerahamu kebenaran dan istiqomah dalam membela kebenaran untuk perubahan. (ega/pojokjabar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *