BOGOR – Lebaran selalu menjadi momen penuh harapan dan kerinduan. Tahun ini, Dinas Perhubungan Jawa Barat (jabar) memprediksi sebanyak 8,9 juta warga akan melakukan perjalanan mudik, angka yang meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 Idulfitri, Rabu 18 Maret 2026. “Kebanyakan pemudik diprediksi berangkat setelah sahur, antara pukul 04.00 hingga 10.00 pagi,” ujarnya.
Fenomena berangkat setelah sahur bukan hal baru. Bagi banyak keluarga, waktu pagi dianggap lebih nyaman: udara masih sejuk, anak-anak lebih segar, dan perjalanan terasa lebih ringan. Namun, Dishub mengingatkan bahwa justru di jam-jam ini kepadatan lalu lintas akan memuncak.
Sebagai alternatif, Dhani menyarankan masyarakat memilih waktu yang lebih lengang. “Jam 11 malam hingga menjelang sahur diprediksi lebih sepi, sehingga potensi macet lebih rendah,” katanya.
Mudik bukan sekadar perjalanan, melainkan ritual tahunan yang sarat makna. Di balik angka jutaan pemudik, ada kisah-kisah kecil: anak yang rindu bertemu kakek-nenek, orang tua yang ingin kembali ke kampung halaman, atau keluarga yang menanti hangatnya silaturahmi.
Dishub Jawa Barat berharap masyarakat mempersiapkan perjalanan dengan matang, memilih waktu keberangkatan bijak, dan tetap mengutamakan keselamatan. Karena pada akhirnya, mudik bukan hanya tentang sampai di tujuan, tetapi juga tentang perjalanan yang aman dan penuh kebahagiaan.(jpnn)






