Featured

Rumah-Rumah Panggung, Museum, dan Sekuntum Mawar

×

Rumah-Rumah Panggung, Museum, dan Sekuntum Mawar

Sebarkan artikel ini

Hampir setengah perjalanan dan kami pun yang sedari tadi lebih banyak di lantai atas kapal diminta turun. Waktunya makan siang. Menu yang disajikan khas Western dengan tiga tahapan. Makanan pembuka berupa salad, lantas steik, dan ditutup dengan es krim lembut nan manis.

Ruang makan itu juga tak kalah asyik. Karena dindingnya berupa kaca. Sehingga sambil santap siang tetap bisa melihat panorama alam yang bagus. Sambil melihat orang mendayung kano atau sedang naik speed boat kecil. Galangan kapal juga terlihat di sekitar sungai itu.

Bank bjb Tandamata

Di sela-sela santap siang itu, JK dan Mufidah tampak begitu mesra. JK yang berpindah dari meja makan ke kursi sofa panjang terlihat memandangi suasana laut. Mufidah pun datang menghampiri. JK lantas memberikan sekuntum mawar merah kepada sang istri tercinta.

Kemesraaan pasangan yang telah melewati pernikahan emas tersebut terabadikan dalam jepretan saya. Ah, mungkin mereka berdua sedang terbuai suasana Tigre yang tampak romantis siang itu. Kemesraan tersebut terabadikan meski cepat berlalu karena pukul 13.00 kami harus kembali ke Buenos Aires.

(*/c5/ttg)