Menurut dia, kedatangan tamu ke rumah semakin membuat tetangganya membicarakan masalah yang menimpa WA. Orang-orang yang mulai tidak membicarakannya kembali menggunjingkannya. ”Orang itu baik di kepala, beda di hati. Saat bertemu baik, di belakang berbeda lagi,” paparnya.
Seperti sang kakak, Haidir juga sangat kepikiran masa depan dua keponakannya, WA dan AS. ”Mereka berdua jelas sudah tidak bisa satu rumah nanti setelah menjalani hukuman. Nah, mau bagaimana mereka ini?” katanya. Apalagi, ayah keduanya memilih abai dengan WA dan AS.
Ayah WA dan AS memang sudah lama bercerai dengan Dewi. Karena perceraian itu, Dewi selama ini menjadi tulang punggung keluarga. Sehari-hari Dewi bekerja menyadap pohon karet. Dia bekerja dari subuh sampai petang.
Dengan putusan hakim kepada WA, perjalanan ke depan keluarga tersebut semakin berat. Terlebih bagi WA. Mirna pun sangat kesal dengan putusan hakim itu. Putusan hakim dinilainya abai dengan masa depan WA sebagai perempuan dan korban.
”Dengan kejadian ini, tentunya semua harus bergerak. Jangan sampai ada WA lain yang jadi korban,” ujarnya. (idr/c6/fim)




