FeaturedKABUPATEN SUKABUMI

Melongok Janda Tujuh Anak di Kecamatan Palabuhanratu (2)

×

Melongok Janda Tujuh Anak di Kecamatan Palabuhanratu (2)

Sebarkan artikel ini

Pertolongan Tuhan akhirnya datang kepada Nyonya Ikah (37), janda anak tujuh di Kampung Panyairan, RT 03/31, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu. Setelah ramai diberitakan, beberapa bantuan sudah mulai diterimanya.

PERLI RIJAL, PALABUHANRATU

Bank bjb Tandamata

Perasaan Nyonya Ikah bercampur, antara sedih dan bahagia. Ia sedih yang mendalam lantaran rumahnya terus-terusan roboh akibat lapuk dimakan usia. Termasuk saat tim Kristiawan Saputra Peduli bersama wartawan koran ini mendatangi kediaman Ny Ikah untuk memberikan bantuan.

Baru saja tiba, dinding sudut rumah sebelah kiri depan ambrol. Padahal, tak ada hujan maupun angin yang menerpa rumah tersebut. Ya, kondisi rumahnya memang betul-betul lapuk. Meski sepintas dari depan terlihat tembok dari susunan bata habel itu kokoh, namun kenyataannya retak dan rusak parah. Begitupun kayu-kayu penyangga di bagian atas. Sudah pada lapuk dan busuk bahkan terlihat patah. Jelas membahayakan penghuninya.

Hal itu membuat Ikah menangis sendu. Begitu pun dua anaknya yang sudah remaja, Rosdiana (22) dan Rani Purnama Sari (18). Keduanya sering diam di pojok sambil melinangkan air mata. Wulan Prasetyo menuturkan, dirinya sengaja datang dari Sukabumi bersama timnya mewakili sang suami, Kristiawan Saputra untuk memberikan bantuan. “Bantuan berupa sembako dan uang tunai ini mudah-mudahan bermanfaat,” kata Wulan saat menyerahkan bantuan tersebut.

Baca Juga : Melongok Janda Tujuh Anak di Palabuhanratu (1)

Bukan hanya itu, Wulan juga mengaku pihaknya akan mengusahakan agar Ny Ikah bisa kembali memiliki rumah yang layak. Melalui dana sosial hasil patungan dari masyarakat yang peduli, ia bersama suaminya yang bekerja di luar negeri akan terus melakukan penggalangan dana untuk pembangunan rumahnya. “Mudah-mudahan dananya segera terkumpul. Kalau sudah mulai terkumpul, kita akan langsung memulai pembangunan,” imbuhnya.