Sejumlah orang berkaos hitam dengan gambar gunting dibagian dada menarik perhatian setiap warga yang melintas di Jalan Ciaulpasir, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Mereka terlihat berkumpul di sebuah pangkas rambut bernama Presiden Republik Cukur (PRC). Diketahui, mereka itu merupakan para pemangkas rambut asal Sukabumi yang tergabung dalam komunitas Baraya Pemangkas Rambut Sukabumi (BPRS).
WAHYU, Cikole
Suasana hangat dan berbeda sangat terasa, ketika memasuki pangkas rambut PRC Ciaulpasir. Sejumlah pemangkas rambut yang tergabung dalam komunitas BPRS, tengah melakukan pertemuan rutin.
Dalam pertemuan tersebut, nampak para pemotong rambut ini, melakukan demonstrasi mencukur dan mengecat rambut. Mereka sangat teliti dan penuh keseriusan demi hasil yang memuaskan. Bagi para pemangkas rambut, kepuasan pelanggan adalah prestasi dan reward yang menjadi kebanggaan tersendiri.
Terlebih diera saat ini, kepuasan pelanggan sangan mempengaruhi bisnis yang mereka geluti. Tidak hanya itu para pemangkas rambut ini dituntut untuk kreatif serta berinovasi. Apalagi, mengupdate model rambut kekinian sudah menjadi tuntutan yang harus dipenuhi setiap pemangkas rambut.
“Kalau mereka (pemangkas rambut) tidak update dengan model kekinian, pasti akan kehilangan pelanggan,” ujar Ketua BPRS, Cepi atau yang karib disapa Bimbim kepada Radar Sukabumi, kemarin (28/12).
Menurut dia, model rambut dari waktu ke waktu terus mengalami pergeseran tren. Dulu, model rambut Duran-duran berasal dari sebuah kelompok band metal sangat ngetren di era 80-90 an.
Model rambut ini memiliki ciri khas jambul acak-acakan dan tipis di bagian samping, kemudian panjang di bagian belakangnya yang juga awut-awutan Seperti tidak tersisir. Selain itu, ada juga model rambut dengan gaya belah tengah dan belah pinggir mandari. Model ini sangat ngehits diera 90-hingga 2000-an.
Namun dengan inovasi yang terus dikembangkan, saat ini model rambut sangat bermacam-macam. Sebut saja, model rambut Pompadour, Quiff, Undercut, Top-Knot serta model rambut lainnya.
“Semoga dengan adanya perkumpulan para pemotong rambut ini, bisa memberikan kepuasan kepada para pelanggan,” imbuhnya.
Keberadaan BPRS di Sukabumi merupakan terobosan baru. Apalagi menurut Dewan Penasehat BPRS, Ivan Rusvansyah Trisya, rencananya para pemotong rambut ini akan melakukan inovasi baru dengan melakukan cukur massal gratis.
“Nanti kita akan adakan mencukur gratis dalam rangka sosial bagi masyrakat,” aku Ivan. Ia berharap keberadaan BPRS di Sukabumi berdampak positif bagi masyarakat yang ingin memiliki keahlian dalam mencukur. Apalagi, dengan keahlian tersebut dapat membantu pemerintah dalam mengentaskan pengangguran. (*)



