Sebagai Juru pelihara Mulyani mengaku merasa kesulitan jika pengunjung datang untuk melihat Rumah Tahanan tersebut. Pasalnya, hanya tinggal berupa foto-foto Bung Karno, Bung Hatta dan Sutan Sjahrir saja yang menghiasi dinding sebagai identitas bahwa rumah ini pernah menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia. Banyak Pengunjung yang mengeluhkan tentang tidak ada nya isi di Rumah Bekas Tahanan Tersebut. Seperti anak SD, SMP dan pelajar lainnya.
“Saya bingung juga jika ada pengunjung yang datang kesini, pelajar kan suka ada aja yang datang suka pada nanya barang-barang peninggalan nya mana yang sesuai dengan buku panduannya jadi sampai saat ini saya hanya menunjukan ruangan-ruangan nya saja,” ujarnya.
Di sisi lain dia mengatakan, Dengan adanya Rumah Bekas Tahanan Bung Hatta ini sebenarnya sangat penting untuk generasi penerus bangsa untuk memberikan pendidikan sejarah.
“Sebenernya Sukabumi harus beruntung ya di tinggalkan suatu sejarah atau nilai sejarah karena biasanya peninggalan sejarah-sejarah berada di Kabupaten, ini di Kota kan seharusnya pemerintah bisa memperkenalkan dan adanya perhatian lah terhadap Museum ini meski museum ini yang menglola nya dari Serang tapi kan Museum ini ada di Kota Sukabumi,” katanya.






