Setelah turun dari mobil, petugas keamanan Nabawi bersama beberapa polisi Saudi mengajak Nawa masuk ke kebun kurma yang gelap. Saat itulah Nawa melihat Imang berbaring di dalam lubang besar di dalam kebun. Dua tangannya mendekap kayu besar. ”Polisi Saudi mengatakan bahwa Imang sempat melawan dan mau memukul polisi pakai kayu itu. Tapi, polisi Saudi tak mau melukai jamaah haji kita. Karena itu, mereka mengajak saya untuk membujuk Imang,” paparnya.
Nawa lantas berusaha meminta Imang keluar dari lubang. Namun, Imang menolak. Dia mengancam memukul siapa saja yang mendekatinya. Karena upaya persuasif mentok, Nawa akhirnya meminta polisi Saudi merebut kayu di tangan Imang.
Tiga polisi Saudi dan dua petugas keamanan Nabawi akhirnya melakukan upaya paksa. Tangan dan kaki Imang dibekuk, lantas digotong keluar dari lubang. Nawa terus berusaha menenangkan Imang yang makin mengamuk.
Setelah dibawa keluar dari kebun, Imang mulai tenang. Namun, dia tetap mengumpat dan meminta polisi-polisi Saudi menjauh darinya. Setelah Imang lebih tenang, polisi-polisi Saudi membuatkan teh, membawakan air putih, kasur, dan bantal untuk Imang.
Kepala Sektor Khusus Madinah Jasaruddin F. Makka akhirnya menuju tempat kejadian perkara. Dia lantas mengantar dan menyerahkan Imang ke kantor sektor 4. Di sana Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) memeriksa kondisi Imang. Namun, hingga Sabtu (21/7) Imang belum bisa berkomunikasi dengan baik. Omongannya masih ngelantur.
(*/c10/tom)




