Featured

Kisah Jamaah Haji yang Tersesat hingga ke Gunung Uhud di Arab Saudi

×

Kisah Jamaah Haji yang Tersesat hingga ke Gunung Uhud di Arab Saudi

Sebarkan artikel ini

Melihat petugas tak kunjung pergi, Bapen makin kalap. Mobil-mobil yang parkir di tepi jalan digedor. Dia mencoba membuka pintu mobil-mobil tersebut. Untung, semua mobil terkunci. Petugas akhirnya bertindak tegas. Bapen dipiting hingga tak berkutik. Seorang petugas haji lantas mendatangkan mobil untuk mengangkut Bapen secara paksa. Di dalam mobil, pria bertubuh kurus itu masih mengamuk. Dia ngotot ingin panen padi bersama teman-temannya di Gunung Uhud.

Bapen lantas dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. Dia dimasukkan ke bagian psikiatri. Dokter Muhammad Yanuar, direktur KKHI Madinah, mengatakan bahwa beberapa jamaah, termasuk Bapen, memang mengalami gejala gangguan kejiwaan karena dehidrasi. ”Jadi, seolah-olah seperti gangguan kejiwaan, ternyata dehidrasi. Setelah kami infus dan diberi obat, dia bisa pulang,” katanya.

DEHIDRASI : Jamaah asal Lombok Barat Bapen Kiyan setelah ditolong petugas.

Lain lagi kisah Imang Tambur Nyidin, jamaah haji asal kloter 3 embarkasi Jakarta. Kamis malam lalu, sekitar pukul 20.00 waktu setempat, dia ditemukan sedang bersembunyi sambil memegang kayu besar di sebuah lubang di kebun kurma dekat Gunung Uhud.

Ceritanya, malam itu petugas keamanan Arab Saudi menghubungi petugas haji Indonesia di Masjid Nabawi. Dia mengabarkan tentang seorang jamaah haji yang tersesat hingga ke kawasan Gunung Uhud. Nawa Syarif Djalaluddin, petugas haji Indonesia yang fasih berbahasa Arab, akhirnya ditugasi untuk menjemput Imang. Dia diantar mobil petugas keamanan Masjid Nabawi.

Semula Nawa sempat curiga. Sebab, mobil tersebut masuk ke jalan-jalan kecil yang gelap di dekat Gunung Uhud. “Saat itu keadaan sangat sepi dan gelap. Jalan kecil yang kami lalui dipenuhi mobil-mobil yang tidak terawat,” cerita Nawa. Dia tidak yakin Imang yang berusia 76 tahun tersebut bisa tersesat sampai sejauh itu. Namun, petugas keamanan Nabawi meyakinkan pemuda 25 tahun itu bahwa Imang memang lari ke daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *