Dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp25 ribu hingga Rp200 ribu, produk-produk Yani tetap terjangkau dan diminati berbagai kalangan. Tas rajut yang paling laris dijual dengan harga di bawah Rp200 ribu, sementara tas goni dijual seharga Rp100 ribu.
Meski begitu, Yani juga menghadapi tantangan dalam produksi, terutama dengan semakin sulitnya mendapatkan anyaman pandan yang kini harganya semakin mahal. Akibatnya, selama beberapa bulan terakhir, Yani terpaksa mengurangi produksi dan beralih menjual makanan seperti rangginang dan keremes.
Kendala lain yang dihadapi Yani adalah dalam hal kemasan produk. Meskipun demikian, ia tetap optimis dan memiliki harapan besar untuk usahanya di masa depan. “Saya berharap produk saya bisa dikenal hingga ke mancanegara dan ada yang bisa membantu dalam pemasaran,” ujar Yani penuh semangat.
Yani Warliani, yang kini menjadi pemilik Y Collections, telah membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kreativitas, hobi bisa diubah menjadi bisnis yang sukses dan menginspirasi banyak orang. Usaha decoupage yang dimulainya dari nol kini telah memberikan dampak positif bagi dirinya dan keluarganya, serta turut memperkenalkan seni decoupage dengan sentuhan lokal kepada masyarakat luas. (wdy)






