Ibrahim menekankan pemerintah seharusnya fokus menyampaikan langkah konkret untuk menahan tekanan terhadap Rupiah, mulai dari pengendalian impor minyak hingga strategi penanganan krisis. “Seharusnya pemerintah memberikan solusi, misalnya kebutuhan minyak mentah yang cukup tinggi bisa diimbangi dengan program B50, serta strategi krisis agar Rupiah kembali menguat,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat desa kini semakin melek informasi berkat teknologi. “Sekarang zaman teknologi. Masyarakat di desa lebih pintar, mereka juga tahu soal Dolar dan saham,” pungkasnya.(*)





