RADARSUKABUMI.com — Acara perpisahan sekolah tampaknya memberikan dampak positif bagi para penjual bunga. Pada moment sakral tersebut, keuntungan para penjual bunga mengalami lonjakan yang cukup tinggi.
Sebab bagi para pelajar khususnya kaum hawa, membawa bunga saat perpisahan menjadi kewajiban, terlebih sebagai asesoris dari pakaian yang digunakannya. Tidak hanya itu buket tersebut pun menjadi tanda kasih sayang sesama pelajar yang sudah sama-sama mengeyam pendidikan selama bertahun-tahun.
Salah seorang penjual bunga di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan/Kecamatan Gunungpuyuh Kota Sukabumi, Dadang mengaku sudah sepekan menghadapi orderan yang jumlahnya tidak terkira.
Ia dan beberapa rekannya di toko merasakan dampak dari acara perpisahan di beberapa sekolah sangat menguntungkannya. “Sehari saja bisa menjual buket bunga baik yang bunga asli dan imitasi mencapai 80 buah, itu sehari loh,” akunya dengan raut muka yang girang kepada Radar Sukabumi, Kamis (3/5).
Ia mengatakan, moment tersebut sudah menjadi rutinitas tahunan. Ia merasa senang sebab dengan moment tersebut keuntungan yang didapat bisa melebihi apa yang ia dapat dalam hari-hari biasanya. “Cuman palingan seminggu atau dua minggu saja,” terangnya.
Namun, walau hanya dalam waktu singkat saja ia mengaku sangat senang melayani para pelanggan yang kebanyakan anak sekolah baik cowok atau cewek.
“Buket bunga asli lebih banyak dipesan sih, tetapi kita juga dapat pesanan ucapan dalam bentuk yang besar dan biasnya kami kirim menggunakan angkutan umum,” ujarnya.
Buket bunga yang ia jual hanya dibandrol harga Rp. 50 ribu saja, dan untuk ukuran besar ia bandrol Rp. 400 ribu-an saja.
Di lokasi yang berbeda, salah satu siswi SMA yang baru saja merayakan acara perpisahan di sekolahnya, Alia Tiranudin mengaku lebih suka dengan buket bunga imitasi. Sebab, buket bunga imitasi akan lebih tahan lama dibandingkan dengan bunga asli.
“Saya dapat dari teman special buket bunga imitasi, karena saya suka keunikan bentuknya dan bisa saya simpan lama sebagai kenangan,” ungkap Alia.
Sementara itu, siswi lain, Shalsa tidak sependapat dengan pernyataan Alia. Ia mengatakan lebih suka pemberian buket bunga dari bunga yang asli. Baginya, bunga asli lebih mengisyaratkan ketulusan.
“Walau cepat layu namun bagi aku bunga asli lebih memberikan makna yang dalam, tulus serta menunjukkan kasih sayang,” pungkas Shalsa. (cr5/d)




