“Kita berharap kedepan semangat kerja lebih ditingkatkan dan ekspansi kredit meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya serta pendanaan dan kemampu labaan lebih baik lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama BPR Nusamba Sukaraja, Pudjiharto menambahkan, pada tahun 2022 tahun merupakan tahun tantangan bagi para pelaku bisnis perbankan.
Hal itu berkaitan dengan adanya stimulus regulasi POJK nomor 17 yang akan dicabut pada bulan Maret 2023 mendatang.
Hal tersebut terkait adanya kebijakan restrukturisasi kredit. “Jadi kita memitigasi resiko sekecil apapun, sehingga mendorong pertumbuhan kredit yang lebih baik lagi. Dengan memberdayakan semua lini, kredit, P2K, pendanaan, bidang operasional dan pelayanan untuk lebih optimal,” tambahnya.
Untuk capaian tersebut, tentunya BPR Nusamba sudah memiliki formula yang matang dan sudah dipersiapkan, salah satunya dengan membuat skenario jadwal pendidikan untuk semua bidang dari bulan Januari sampai Desember dengan target meningkatkan kapabilitas semua bidang,” pungkasnya. (why)






